Alasan Kenapa Masih Ngeblog, Walau Tanpa Pembaca.


Hidup memang kadang tak adil. Ada temanku yang dari kecil kehidupannya terlihat mulus, lulus kuliah, menikah, dapat beasiswa ke luar negeri, punya anak dan sampai sekarang rumah tangganya ayem tentrem. Rumah dan usaha berjalan mulus. 

Sementara kehidupanku sendiri, dari kecil hingga saat ini dipenuhi oleh riak kehidupan. Aku sakit hati saat diremehkan dan itu membuat aku berontak! 

Tanpa kusadari sakit hati itu memunculkan dendam dan mau membungkam mulut orang yang menyakitiku. 

Aku berusaha keras mau membuktikan aku bisa sukses dan menghasilkan banyak uang. Sehingga bisa membeli rumah di Bali, punya tabungan banyak dengan kreatifitas yang kulakukan. Baik itu dari Website, Youtube, maupun dengan menulis novel. Aku seperti orang gila menghabiskan waktuku, dan sibuk posting ini itu di berbagai media sosial, biar orang notice siapa aku. 

Sayangnya, semakin aku haus validasi, dan mengejar uang. Impian mendapatkan uang banyak kian jauh dari jangkauan. Hal itu membuatku putus asa, dan itu diperparah oleh laptop yang rusak dan tak bisa diperbaiki lagi. Untuk beli baru pun aku belum ada modal. Akhirnya aku menyerah. Aku berhenti menulis novel, kututup website dan membuat Youtube. Terserah Allah deh, mau menjadikan aku apa. 

Step back

Dari kejadian - kejadian tak mengenakkan tersebut membuatku berpikir ulang. 

Owh mungkin jalan yang aku pilih salah. Aku terlalu ambisius mau menghasilkan uang gede. AKU terlalu percaya diri, dan tanpa sadar aku menjadi sombong. Aku merasa si paling hebat, paling kreatif dan si paling lainnya. Padahal aku masih jauh dari situ. 

Selanjutnya, aku hanya pengen diam,  gak melakukan apa - apa. Pengen tenang, hanya bekerja dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Aku banyak merenung, aku bisa bertahan sejauh ini tanpa gangguan mental sudah luar biasa.  

Allah maha baik, tanpaNYA tak mungkin aku kuat bisa tersenyum dan berdiri tegak sampai sekarang.

Namun... ada sesuatu yang menghimpit dada. Jika tidak segera kuatasi, aku takut energiku bocor dan merubahku menjadi monster pengeluh.

Alasan kenapa masih ngeblog walau tanpa pembaca. 

Tekanan di pekerjaan dan menjadi yes mam yes sir membuatku frustrasi. Dada rasanya sesak ketika aku tidak bisa menyuarakan isi hati. 

Aku butuh wadah, dimana aku bisa menulis semau aku, tempat mengeluarkan uneg - uneg, refleksi dan pemikiran - pemikiran lainnya. Pilihanku menulis di blogspot, website gratisan yang dulu pernah kugandrungi. Sehingga aku tidak perlu takut website mati saat aku belum punya uang.   

Niat menulisku sekarang berubah. 

Dulu, aku menulis untuk membuat orang kagum dan demi meraup uang. Tapi sekarang tidak, aku menulis untuk diriku sendiri. Bagiku menulis adalah obat, buat penghiburan diriku sendiri supaya tetap waras dan membumi. Sekarang, aku bisa menulis kapan saja dengan ponsel jadul pemberian kakakku.

Jika suatu hari, kamu menemukan dan membaca tulisan ini, kuucapkan terima kasih sudah mau membaca.

Komentar

Postingan Populer