Kue Putu, Si Manis Penghangat Suasana. 



Meskipun kurang bahan dan dibuat asal - asalan, kue putu ini enak dan tidak mengecewakan. Pas banget buat teman ngeteh bersama keluarga. 

Entah sudah berapa tahun aku tidak makan kue putu. Jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula merah dan taburan parutan kelapa di atasnya. 

Kue putu memiliki ciri khas tersendiri. Cetakan dari bambu serta suara desisan dari alat kukusan membawa nostalgia. Mengingatnya aku jadi tambah pengen buat buka puasa nanti.

Sejarah dan filosofi kue putu

Dalam bahasa sangsekerta kata puthu artinya kukus. 

Dulunya, kue ini disebut XianRoe Xiao Long, yaitu kue dari tepung beras berisi kacang hijau lembut yang dimasak dalam cetakan bambu. Kue ini sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu, pada masa Dinasti Min 

Sementara di Indonesia sendiri, kue putu tertulis dalam naskah sastra lama Serat Centhini yang ditulis pada 1814 masa Kerajaan Mataram. Dalam naskah tersebut menceritakan bahwa Ki Bayi Panurta meminta santrinya menyiapkan hidangan pagi berupa serabi dan puthu. Isian kacang hijau kemudian diganti dengan gula merah yang lebih mudah ditemukan. Rasanya yang manis cocok dengan lidah masyarakat Jawa. 

Meski bentuk kue putu sederhana, di dalamnya terkandung filosofi yang bisa kita ambil. Proses pematangan dengan uap panas yang perlahan mencerminkan kesabaran saat diuji, ketekunan untuk meraih cita serta tidak tergesa - gesa. Sedangkan bunyi kukusan yang nyaring melambangkan untuk rehat sejenak, berkumpul dan berbagi cerita seraya menikmati kue putu, tentu saja kian menambah kehangatan dan keakraban. 

Resep kue putu 

Aku ingat, di dapur masih ada stok tepung beras dan gula merah. Cepat - cepat aku pergi ke warung membeli kelapa parut, tak kuhiraukan hujan yang masih mengguyur. 

Sesampainya di rumah, aku langsung membuat kue putu. Tapi, betapa terkejutnya aku mengetahui tepung beras hanya tersisa 1 gelas kecil. Karena malas pergi ke warung lagi. Kuputuskan membuat kue putu dengan bahan seadanya.

Bahan

1 gelas tepung beras, kira-kira 10 sdm

Kelapa parut 2 bungkus kecil.

1/4 sdt vanili

1 sdt garam

3/4 gula merah, iris tipis

Cara membuat

Masukkan tepung beras dan kelapa parut dalam wadah terpisah, beri garam. Panaskan panci. Setelah keluar uap, kukus tepung beras dan kelapa parut selama 10 menit. 

Selanjutnya, masukkan tepung beras dan 1 bungkus kelapa parut, vanili, campur rata. 

Masukkan ke dalam wadah atau cetakan. Pertama - tama campuran tepung beras dan kelapa. Selamjutnya beri gula merah sisir, lalu tutup dengan sisa tepung beras. Kukus selama 20 menit di panci yang telah dipanaskan. 

Setelah itu dinginkan, potong dan beri parutan kelapa lagi diatasnya. 




Panask

Komentar

Postingan Populer