Sukses apa itu apa sih?
Selama ini, sebagian besar dari kita melihat definisi sukses itu dari kacamata materi. Punya duit banyak, rumah mewah, mobil dan emas berderet, jadi CEO, bisa haji berkali - kali dan lain sebagainya
Bahkan, saking pengennya dianggap sukses, banyak orang yang rela melakukan jalan pintas, termasuk membuat cerita halu.
Ada sebuah cerita yang membuat hati giris. Di mana ada tetangga di kampung. Si ibu selalu mengelu - elukan anaknya yang bekerja sebagai therapis di Bali. Katanya gajinya sudah mencapai dua digit dan punya henpon Iphone.
Si ibu suka menelpon saya dan menceritakan tentang keberhasilan anaknya. Awalnya saya diem. Namun, lama kelamaan saya eneg juga. Di akhir pembicaraan, saya pelan - pelan mengingatkan si ibu supaya "mengecek" di mana anaknya bekerja. Jangan sampai si anak di perantauan bekerja di tempat yang gak bener. Bukan gimana sih, saya orangnya bukan tipikal yang gak mudah percaya. Apalagi tentang cerita yang too good to be true. Setahu saya cerita itu menyimpan racun alias gak true.
Setelah itu, lama kami tak saling kontak. Dan beberapa waktu yang lalu si ibu menelpon saya lagi. Seraya menangis si ibu menceritakan tentang kemalangan yang menimpa sang anak. "Gimana ini, anakku hamil! Dan pacarnya gak mau menikahinya jika anakku tidak mau pindah agama."
Mak jleb! Saya mengelus dada. Saya jawab dengan jujur. "Maaf, saya tidak bisa bantu. Ini menyangkut urusan agama. Dilema! Tapi, jika anakmu tidak cepat dinikahkan, berabe. Janin itu akan tumbuh besar. Apa kamu mau anakku melahirkan tanpa seorang suami?"
Selang dua hari kemudian, si ibu menelpon. "Anakku sudah dibawa pacarnya, mereka mau menikah seminggu lagi."
Saya tidak bertanya lagi. Kemudian kakakku menelpon dia baru datang dari syukuran kesuksesan si anak ibu yang sudah bisa membelikan adiknya motor listrik. Whatt!! Empati saya langsung ambyar! Segitunya ya demi terlihat sukses. Membalut aib dengan tasyakuran. Pertanyaanya, sampai kapan si ibu akan melakukan hal itu. Menutupi kebohongan demi kebohongan. Apa gak capek ya?
Definisi sukses menurut saya
Semakin saya berumur, arti sukses sudah bergeser jauh dari kata materialistik.
Melihat boss saya sekarang, saya kok sedih. Mereka bekerja dari pagi sampai malam, gak pernah liburan dan sehari - hari terjebak di dalam rutinitas toko. Wajah mereka jarang sekali terlihat relax, keseringan tegang. Yes! Di luar mereka terlihat sukses. Punya toko besar. Tapi kehidupan mereka kering, dan monoton.
a kehidupan itu yang saya mau?Nggak!
Bagi saya, Sukses itu tentang hidup tenang, balance antara kehidupan akhirat dan nyata, menikmati masa tua dengan damai bersama keluarga tanpa mikir aneh - aneh.
In the end, apa sih yang kita kejar? Menggapai kesuksesan demi mendapat validasi orang? Nay!

.png)

Komentar
Posting Komentar