7 Tantangan Kasir Ritel yang Sering dianggap Remeh

 


Siapa sangka saya akan jadi kasir di sebuah Minimart. Namun, keadaan yang melontarkan saya di sini. 

Andaikan saya tidak menjadi kasir, saya tak bakalan mengerti dan paham, kasir itu sering diremehkan orang, pekerjaannya berat dan tantangannya luar biasa. 

1. Menghadapi customer dengan aneka ragam wataknya ada yang baik, dan banyak pula yang bikin hati berdarah. Mental saya benar - benar diuji. Soal customer, pernah saya ulas sebelumnya. 

2. Belajar lebih teliti. Namanya kasir dan berhadapan dengan uang, kita dituntut untuk teliti dan fokus.  Ibaratnya nih, mau ada duel, tetap aja fokus kerja. 

3. Uang hilang, kasir amsiong. Beberapa kali uang laporan penjualan saya sort alias gak tahu hilangnya ke mana. Entah saya kurang teliti saat memberi uang kembalian, atau memang ada faktor X lainnya. 

3. Barang hilang, kasir yang tanggung jawab.

Tiap hari sebelum kerja, saya selalu berdoa. Supaya dilindungi dari orang - orang jahat. Karena semua barang lost di minimart kita yang tanggung jawab, padahal gaji juga kagak seberapa. Sedih kan ya . 

4. Gak ada uang receh, kasir pusing.

Pecahan 500 dan 1000 itu susah sekali. Masalahnya ada harga barang yang tidak biasa, misalnya 2200, 2750. Sering kali customer tidak mau uang kembalian diganti permen atau barang lain. Misalnya uang kembalian 1500, 4500. Mau tidak mau dibulatkan ke atas. Jadi 2000, 5000, dan kasirlah yang nombokin kekurangan uang tersebut dari uang pribadi. Tapi ada kok customer yang baik hati, dan memberi uang lebih. 

5. Jangan manja

Kalau kamu perempuan dan jadi kasir ritel. Kudu bisa dan kuat minimal angkat galon air. Jadi, saat ada customer yang minta bantuin ngangkat galon kamu langsung gaspol, gak pake acara menye - menye. Percayalah, perempuan itu kuat banget lho. 

6. Loyal kerja tanpa mengeluh

Jangan harap kamu bisa pulang waktu. Karena sehabis shift, kamu harus membuat laporan penjualan, dan bakal puyeng jika ada uang short. 

7. Pandai memanage waktu.

Menjadi kasir ritel, tidak sekedar menjadi kasir doang, melainkan banyak task yang harus dijalankan. Seperti display barang, menerima barang datang, cek kadaluarsa, inventori, bersih - bersih, bahkan di tempat saya kerja, harus mengecek barang kosong dan membayar tagihan pula. 

Jadi, kamu harus tahu hari dan jam sibuk. Dengan ini kamu bisa memanage waktu dengan seefisien mungkin. 

Kalau saya shift pagi, setelah membuka toko, menyapu serta membersihkan kaca. Saya langsung keliling minimart untuk mengetahui barang yang kosong. Selanjutnya memberikannya kepada bos untuk ditindak lanjuti. Setelah itu lanjut membersihkan rak dan barang - barang seraya handle customer, sebelum sibuk menerima atau dislay barang datang. 

Dibalik tantangan yang harus dihadapi oleh kasir, positifnya adalah saya lebih respek dengan pekerjaan orang lain, terutama yang berada di kalangan bawah. Mereka bertahan hidup, dan tidak banyak orang yang melakukannya. 


Begitulah kira - kira.

Tabik   

Komentar

Postingan Populer