Gagal yang Membawa Berkah - Tentang Yogurt Rumahan.
Hati saya berdebar - debar, seperti menunggu bertemu dengan kekasih. Pelan - pelan saya membuka penutup pembuat mesin yogurt. Sementara otak ini sibuk berimajinasi hidangan apa yang bisa saya buat dengan yogurt buatan saya itu.
Saya suka yogurt, dan sudah lama pengen membuat yogurt sendiri. Setelah saya bekerja dan leluasa membeli apa yang saya mau. Maka saya membeli alat pembuat yogurt merk Kaw* berikut starter yogurt yang saya beli online di toko orange. Dengan harapan bisa makan yogurt buatan sendiri sepuas hati.
Sayangnya, realita tidak seindah yang dibayangkan. Imajinasi saya langsung buyar melihat susunya masih encer! Tidak ada perubahan sama sekali. Suami meminta.saya untuk membuang susu itu. Dengan perasaan sedih bercampur kecewa, saya ikuti saran suami.
Tapi saya tidak menyerah!
Saya membeli susu dan membuat yogurt lagi. Kali ini lebih hati - hati, jangan sampai salah. Instruksi di buku panduan, berikut tutorial yang ada di youtube. Saya ikuti pelan - pelan. Lalu saya letakkan susu yang telah diberi yogurt starter ke dalam alat pembuat yogurt. Dengan sabar, saya tunggu 12 jam.
Setelah 12 jam berlalu dengan lamban. Yogurt itu tetap encer! Sekali lagi saya kecewa dan tanpa mencicipi, saya membuang hampir seliter susu.
Gagal lagi gagal lagi.
Namun, namanya masih penasaran. Saya kembali membuat yogurt. Eksperimen ke tiga. Masih menggunakan cara yang sama, dosis yang sama, steril yang sama. Tapi kali ini alat yogurt makernya saya tutupi dengan kain tebal. Siapa tahu suhunya kurang hangat di dalam.
Saat menunggu yogurt, saya membaca banyak artikel bagaimana membuat yogurt dan kenapa yogurt masih encer.
Masalah itu bisa terjadi karena suhu yang terlalu tinggi, terlalu rendah, tidak cukup yogurt starter, alat yang kurang steril atau yogurt starter yang sudah lama sehingga bakterinya sudah mati.
Artikel itu membuat pikiran ini lebih paham, dan saya berharap yogurtnya jadi. Tapi, sepertinya saya harus sabar. Karena, lagi - lagi yogurtnya gagal!
Saya tes susunya. Eh masih bagus.dan sepertinya gak kenapa kenapa nih jika dibuat ulang. Saya lalu menghangatkan kembali susunya dan memberi yogurt starter lagi. Tapi... hasilnya gagal lagi. Fiuhh!! Buang lagi. Jangan tanya sedihnya saya.
Setelah 3 kali gagal. Hati saya meronta dan berteriak bagaimana menyelamatkan yogurt encer itu.
Gagal membawa berkah - Yogurt Menjadi Keju!
Percobaan ke empat! Saya berpikir, siapa tahu alat yogurtnya kurang bagus. Jadi saya membuat yogurt secara manual. Kebetulan saya menemukan channel membuat yogurt yang salah satu tipsnya meletakkan yogurt ke dalam panci presto yang sudah dipanaskan dan diberi air panas.
Ini masuk akal. Karena panci presto lama menahan panas di dalamnya. Harapan saya tumbuh kembali bisa menikmati yogurt buatan sendiri.
Sayangnya, saya harus bersabar. Yogurtnya masih encer! Owh owh... di mana salahnya ini.
Kebuntuan dan dihantui perasaan bersalah membuang susu sia - sia, memaksa otak berpikir kreatif, lalu menuntun saya untuk menyelamatkan dan mengolah yogurt encer itu menjadi keju.
Selanjutnya, saya panaskan yogurt encer itu, tidak sampai mendidih. Setelah itu saya matikan dan memberinya dua sendok makan perasan jeruk nipis. Saya aduk- aduk. Hingga keju dan wheynya terpisah.
Selanjutnya saya saring dan pelan - pelan. Jadinya seperti membuat tahu. Kemudian saya tambahkan garam untuk penambah rasa. Rasanya lumayan buat tambahan salad! Alhamdulillah.
Walaupun saya kecewa gagal membuat yogurt. Tapi, saya tidak terlalu merasa bersalah membuang - buang susu. Ini qdalah pelajaran berharga, dan tidak membuat saya kapok. Mungkin saya harus research dulu sebelum membuat yogurt.
Well, next time nyoba lagi. Kalau berhasil saya share lagi deh




.png)

Komentar
Posting Komentar