Kenapa Harus Bersahabat dengan Diri Sendiri.
Semenjak aku bekerja, aku tidak lagi rutin jalan sore.
Bukan karena malas. Pekerjaanku sudah menuntutku bergerak ke sana ke mari. Aku pernah iseng menghitung berapa langkah sehari dalam kurun waktu 9 jam bertugas?
Hasilnya membuatku melongo. Dari jam 6.30 pagi sampai sekitar jam 12 siang sudah 9000 langkah. Itu berarti aku sudah berjalan sekitar 7.5 km. Kamu bisa bayangkan berapa langkah lagi sampai jam 3.30 sore? Wow!
Pantes saja, sepulangnya bekerja energiku seperti terkuras habis. Tidak ada yang kuinginkan lagi selain rebahan di atas ranjang!
Bicara soal energi dalam tubuh. Aku merasakan ada tambahan energi, setelah bersahabat karib dengan diri sendiri.
Kenapa harus bersahabat dengan diri sendiri?
Selama ini, aku sibuk mencari perhatian dan menyenangkan orang lain. Mereka kuperlakukan dengan sangat baik. Sayangnya, kebaikanku sering dimanfaatkan oleh mereka. Saat aku terjatuhpun, sedikit yang ingat.
Hal itu membuatku tersadar, selama pemikiranku salah besar! Dan membuatku kembali kepada diriku. Di mana dia tidak akan pernah mengecewakan maupun meninggalkan aku. Dia akan selalu untukku.
Tiap hari kusempatkan mengajak diriku bicara, bahkan dengan seluruh anggota tubuh, organ - organ tubuh dan milyaran sel yang ada di tubuh ini. Misal dengan mengatakan terima kasih atau mengatakan butuh support mereka. Aku juga sering memeluk tubuhku sendiri dan mengelus kepala.serayq mengatakan kqmu kuqr biasa hebat.
Selesai sholat kuhadiahkan alfatehah buat diriku.
Efeknya sungguh luar biasa! Energiku naik berkali lipat, seperti ada tambahan energi booster. Aku juga makin percaya diri, mental lebih stabil, bisa menerima diri seapa adanya, serta lebih respek terhadap dengan diri sendiri dan orang lain.
Hal itu membuatku lebih mudah memaafkan orang dan melihat sesuatu dari berbagai sisi.
Ketika kita sudah bersahabat dengan diri sendiri, tidak ada kata kesepian. Karena kita paham apa yang kita suka dan tidak suka. Kita seperti dituntun untuk melakukan apa yang kita suka, dan memberi signal saat kita stress, supaya kita relax. Entah itu dengan menarik napas panjang, atau dengan berdzikir.
Kita juga tidak lagi berekspektasi lebih, tidak menjudge saat gagal. Sebab, kita sudah tahu kalau diri ini sudah melakukan terbaik.

.png)

Komentar
Posting Komentar